LAPORAN
PENDIDIKAN SISTEM GANDA PADA
KANTOR BPJS
KESEHATAN
CABANG PALOPO
OLEH:
NAMA : RINUS MENOK SARA’
NISN :
9972952865
P.KEAHLIAN : REKAYASA PERANGKAT LUNAK
SMK
KRISTEN PALOPO
TAHUN
PELAJARAN 2014/2015
HALAMAN
PENGESAHAN
LAPORAN PENDIDIKAN
SISTEM GANDA (PSG)
KANTOR BPJS KESEHATAN
CABANG PALOPO
OLEH:
NAMA : RINUS MENOK SARA’
NIS : 9972952865
P.
KEAHLIAN : REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Di Sahkan Dan
Disetujui Oleh:
Pimpinan Kantor, Pembimbing Lapongan
HALAMAN
PENGESAHAN
Laporan Ini Di Sampaikan
Untuk Memenuhi Persyaratan
Penyelesaian Pendidikan
Sistem Ganda SMK Kristen Palopo
Tahun Pelajaran
2014/2015
OLEH:
NAMA : RINUS MENOK SARA’
NIS : 9972952865
P.
KEAHLIAN : REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Disahkan dan di setujui oleh:
Kepala
sekolah, Pembimbing,
NIP .196210121988112002 NIP:
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan
Yang maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis,
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil pelaksanaan Pendidikan
Sistem Ganda ( PSG )
Penyusunan
laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah salah satu syarat untuk
mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun diklat
2014/2015 dan laporan ini juga sebagai bukti bahwa penulis telah melaksanakan
dan menyelasaikan praktek kerja industri di KANTOR BPJS KESEHATAN Cabang PALOPO
Laporan
ini dapat terbuat dan di selesaikan dengan adanya bantuan dari pihak pembimbing
materi maupun teknis, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih Khususnya
kepada,
·
Ibu Dra.Yospin Patayang.M.Pd sebagai
Kepala Sekolah SMK KRISTEN PALOPO.
·
Ibu Ayu Budi Mursintawati selaku
Pimpinan Di kantor BPJS Kesehatan Cabang Palopo yang telah memberikan penulis
kesempatan untuk melakukan PSG di Kantor Kesehatan Cabang Palopo
·
Ibu
Dahniar Hasyim selaku Pembimbing Dikantor BPJS Kesehatan
·
Ibu Titin Takin Allo Dan Ibu
Oktaviani Manda selaku pembimbing selama melakukan kegiatan/Pekerjaan Dikantor
BPJS Kesehatan Khusus nya di Bagian Staf Kepesertaan.
·
Ibu Yonita.A.kasih,S.kom Selaku ketua
Jurusan Saya Di Sekolah SMK Kristen Palopo
·
Bapak Tomas selaku Pembimbing
Disekolah SMK Kristen Palopo
·
Orang Tua/ Wali yang telah memberikan
dukungan baik secara moral maupun Spiritual.
·
Seluruh Guru-guru dan Teman-temanku
Di SMK Kristen Palopo.
·
Semua pihak yang tidak dapat penyusun
sebutkan satu persatu yang senantiasa selalu membantu penulis, sehingga penulis
dapat melanjutkan penulisan ini hingga selesai pada akhirnya.
Meskipun penulis telah berusaha dengan
sebaik-baiknya dalam menyusun laporan ini, namun penulis menyadari bahwa masih
banyak kekurangan, baik dari sistematika maupun susunan kalimatnya. Oleh karena
itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Palopo 01 September
2014
Penyusun
Rinus menok Sara’
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL
HALAMAN
PENGESAHAN INDUSTRI
HALAMAN
PENGESAHAN SEKOLAH
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Praktek Kerja Industri (Prakerin)
B.
Tujuan
Praktek Kerja Industri (Prakerin)
C.
Tujuan
Pembuatan Laporan Praktek Kerja Industri(Prakern)
D.
Batasan
Masalah
E.
Tempat
Dan Waktu
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERUSAHAAN
A.
Sejarah
Umum Perusahaan
B.
Visi
Dan Misi Perusahaan
C.
Sturuktur
Organisasi Perusahaan
BAB III LAPORAN KEGIATAN
A.
Pelaksanaan
Kegiatan
B.
Hasil
Kegiatan
BAB IV PENUTUP
A.
KESIMPULAN
B.
SARAN
BAB V LAMPIRAN
·
Daftar
Hadir Peserta
·
Daftar
Kegiatan PSG
·
Gambar
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan
kejuruan di Indonesia telah beberapa kali berganti nama yang kemudian saat ini
disebut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMKmerupakan salah satu lembaga
pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan SDM yang memiliki kemampuan,
keterampilan, dan keahlian.
Lulusan SMKdiharapkan dapat mengembangkan
diri apabila terjun dalam dunia kerja. Pendidikan SMK itu sendiri bertujuan
meningkatkan kemampuan peserta didik untuk dapat mengembangkan diri sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta menyiapkan
peserta didik untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap
profesional.SMK mempunyai dua kelebihan bila dibandingkan dengan SMA,
Ø pertama lulusan dari institusi ini dapat mengisi
peluang kerja pada dunia usaha/Industri, karena terkait dengan satu sertifikat
yang dimiliki oleh lulusan melalui uji kemampuan kompetensi. Dengan sertifikat
tersebut mereka mempunyai peluang untuk bekerja.
Ø Kedua, lulusan SMK dapat untukmelanjutkan ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi sepanjang lulusantersebut memenuhi
persyaratan baik nilai maupun program studi kejuruansesuai dengan kriteria yang
dipersyaratkan.
Salah satu konsepsi pada pendidikan kejuruan
adalah system magang bagi peserta didik SMK. Di Jerman sistem ini disebut dual
system, di Australia disebut dengan Appretice System, di Indonesia sistem magang
khususnya pada SMK operasionalnya disebut dengan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
dan saat ini sering disebut Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang merupakan
bagian dari PSG pada SMK (Sugihartono, 2009).
Menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan
kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri menjadi pusat perhatian dunia pendidikan
kejuruan. Untuk itu pemerintah telah menyiapkan konsep “link and match” dalam penyelenggaraan
pendidikan kejuruan. Pendidikan berbasis sistem ganda akan membawa konsekuensi
dalam proses pelaksanaan pembelajaran yaitu di sekolah mendapatkan teori dan
praktik dasar kejuruan sebagian proses pelaksanaan pembelajaran lainnya
dilaksanakan di dunia usaha/Industri, yaitu keterampilan produktif yang
diperoleh melalui prinsip learning by doing yang diperoleh dalam Prakerin. Praktik
Kerja Industri merupakan suatu bentuk pendidikan yang melibatkan peserta didik
langsung bekerja di Dunia Usaha/Dunia Industri.
Praktik Kerja Industri bertujuan agar peserta
didik memiliki kompetensi yang sesuai dengan harapan dan tuntutan Dunia
Usaha/Dunia Industri, disamping juga agar diperoleh pengalaman kerja sebagai
salah satu hal untuk meningkatkan keahlian profesioanal. Praktik Kerja Industri
ini mulai dipopulerkan pada tahun 1994
melalui kebijakan Pendidikan Sistem Ganda.
Hal ini cukup beralasan
mengingat Dunia Industri memerlukan tenaga kerja
yang berkualitas
dan ahli di bidangnya untuk mengoperasikan peralatan teknologi yang canggih.
Praktik Kerja
Industri yang disingkat dengan “Prakerin” adalah bagian dari kompetensi pembelajaran yang harus
ditempuh oleh peserta didik pada sekolah
kejuruan di Dunia Usaha/Dunia Industri. Prakerin merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam konsep “link and match” melalui
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Tujuan penyelenggaraan Praktik Kerja Industri adalah untuk meningkatkan
kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik pengetahuan,
keterampilan, maupun etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja,
sehingga lulusan SMK siap masuk ke pasar kerja. Jenis keahlian dan jumlah
lulusan yang dihasilkan oleh SMK belum semua sesuai dengan permintaan pasar
kerja. Seperti data yang ditemukan oleh Samsudi
(2008) pakar pendidikan SMK dari
Universitas Negeri Semarang, “idealnya secara nasional lulusan SMK yang bisa
langsung memasuki dunia kerja sekitar 80-85%,sedang selama ini yang terserap
baru 61%. Pada tahun 2006 lulusan SMK di Indonesia mencapai 628.285 orang,
sedangkan proyeksi penyerapan tenaga kerja lulusan SMK tahun 2007 hanya 385.986
atau sekitar 61,43%”.
Belum sesuainya
jenis keahlian lulusan dengan permintaan pasar kerja tersebut disebabkan masih
ditemukannya berbagai kendala, salah satunya kendala yang dirasakan adalah
ditemukannya berbagai masalah yang muncul dalam proses pembelajaran seperti
kurangnya kompetensi yang dimiliki siswa, kurang mendukungnya sarana dan
prasarana sekolah. Perbaikan yang terus menerus dalam proses pembelajaran harus
terus diupayakan. Salah satu tahapan yang dilakukan agar terjadi peningkatan
mutu
B.Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Tujuan Praktek Kerja Industri
Secara umum Praktek Kerja Industri bertujuan untuk memberi
gambaran kepada siswa/i pada saat bekerja, baik itu disuatu perusahaan ataupun
disuatu lembaga instansi.
Sedangkan secara khususnya antara lain :
Dapat menambah dan mengembangkan potensi ilmu pengetahuan
pada masing-masing siswa/i.
Melatih keterampilan yang dimiliki siswa/i sehingga dapat
bekerja dengan baik.
Melahirkan sikap bertanggung jawab, disiplin, sikap mental,
etika yang baik serta dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Menambah kreatifitas siswa/i agar dapat mengembangkan bakat
yang terdapat dalam dirinya.
Memberikan motivasi sehingga siswa/i bersemangat dalam
meraih cita-cita mereka.
Melatih siswa/i agar dapat membuat suatu laporan yang
terperinci dari apa saja yang mereka kerjakan selama Praktek Kerja Industri.
Manfaat Praktek Kerja Industri
Adanya manfaat Praktek Kerja Industri antara lain :
1. Menambah wawasan pada siswa/i.
2. Membina hubungan kerja sama yang baik antara pihak
sekolah dengan perusahaan atau lembaga instansi lainnya.
3. Mendapatkan pengalaman untuk bekal pada saat bekerja nantinya.
4. Menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara
pihak sekolah dengan pihak perusahaan.
D.Tujuan Penulisan Laporan Prakerin
Adapun Beberapa tujuan dari penulisan laporan prakerin antara
lain :
1. Salah
satu syarat untuk mengikuti ujian karya tulis.
2. Sebagai bukti tertulis bahwa siswa telah
melaksanakan pakerin.
3. Untuk memantapakan siswa dalam pengembangan atau
penerapan
pelajaran
sekolah dari hasil prakerin.
4. Agar siswa mampu mengembangkan dasar-dasar teori
yang didapatkan dari sekolah yang
berhubungan dengan hasil prakerin.
5. Siswa
dapat menuangkan pikiran ke dalam tulisan yang dapat diuji
keilmihannya.
6.Melatih dan mengingatkan
keterampilan siswa dalam membuat karya tulis.
D.Batasan Masalah
E.Tempat Dan Waktu
Pelaksanaan Pendidikan sistem ganda atau PSG yang Dilaksanakan SMK
Kristen Palopo selama 4 bulan yaitu dari
tanggal 5 mei s/d 4 semptember 2014 dan tempat pelaksananya berada di
wilayah kota palopo yang meliputi kantor
instansi pemerintah atau perusahaan dan industry lainnya.
Terkhusus untuk saya berada dikantor BPJS Kesehatan Cabang Luwu yaitu
sebuah kantor BUMN tentang Asuransi kesehatan,selama melaksanakan PSG di kantor
Tersebut Harus disiplin Yaitu disiplin waktu dan kebersihan. Jadwal masuk
kantor yaitu hari senin sampai jumat ,jam
08:00 am s/d 17:00 pm.dan selama di lokasih PSG harus selalu mengikuti
perintah/pekerjaan yang di berikan oleh pembimbing atau pegawai di kantor
tersebut.Dikantor BPJS Kesehatan Cabang
Palopo saya di tempatkan di ruang Frontliner atau ruang administrasi kepesertaan
BPJS,Di ruang ini tempat para peserta BPJS untuk melakukan pendaftaran dan
bahakan percetakan kartu JKN dan lainnya yang menyagkut peserta BPJS.
BAB
II
TINJAUAN
UMUM TENTANG PERUSAHAAN
A. Sejarah
Umum Perusahaan
(Sejarah Perjalanan Jaminan Sosial di
Indonesia)
“Tidak Ada Orang Kaya Dalam Dunia Kesehatan”
Perjalanan
Panjang UU SJSN
Adanya pengeluaran yang tidak terduga apabila seseorang terkena penyakit,
apalagi tergolong penyakit berat yang menuntut stabilisasi yang rutin seperti
hemodialisa atau biaya operasi yang sangat tinggi. Hal ini berpengaruh pada
penggunaan pendapatan seseorang dari pemenuhan kebutuhan hidup pada umumnya
menjadi biaya perawatan dirumah sakit, obat-obatan, operasi, dan lain lain. Hal
ini tentu menyebabkan kesukaran ekonomi bagi diri sendiri maupun keluarga.
Sehingga munculah istilah “SADIKIN”, sakit sedikit jadi miskin. Dapat
disimpulkan, bahwa kesehatan tidak bisa digantikan dengan uang, dan tidak ada
orang kaya dalam menghadapi penyakit karena dalam sekejap kekayaan yang
dimiliki seseorang dapat hilang untuk mengobati penyakit yang dideritanya.
Begitu pula dengan resiko kecelakaan dan kematian. Suatu peristiwa yang
tidak kita harapkan namun mungkin saja terjadi kapan saja dimana kecelakaan
dapat menyebabkan merosotnya kesehatan, kecacatan, ataupun kematian karenanya
kita kehilangan pendapatan, baik sementara maupun permanen.
Belum lagi menyiapkan diri pada saat jumlah penduduk lanjut usia dimasa
datang semakin bertambah. Pada tahun Pada 2030, diperkirakan jumlah penduduk
Indonesia adalah 270 juta orang. 70 juta diantaranya diduga berumur lebih dari
60 tahun. Dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2030 terdapat 25% penduduk
Indonesia adalah lansia. Lansia ini sendiri rentan mengalami berbagai penyakit
degenerative yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas dan berbagai dampak
lainnya. Apabila tidak aday ang menjamin hal ini maka suatu saat hal ini
mungkin dapat menjadi masalah yang besar
Seperti menemukan air di gurun, ketika Presiden Megawati mensahkan UU No.
40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada 19 Oktober 2004,
banyak pihak berharap tudingan Indonesia sebagai ”negara tanpa jaminan sosial”
akan segera luntur dan menjawab permasalahan di atas.
Munculnya UU SJSN ini juga dipicu oleh UUD Tahun 1945 dan perubahannya
Tahun 2002 dalam Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, Pasal 28H ayat (1), ayat (2) dan
ayat (3), serta Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) mengamanatkan untuk
mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional. Hingga disahkan dan diundangkan
UU SJSN telah melalui proses yang panjang, dari tahun 2000 hingga tanggal 19
Oktober 2004.
Diawali dengan Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2000, dimana Presiden
Abdurrahman Wahid menyatakan tentang Pengembangan Konsep SJSN. Pernyataan
Presiden tersebut direalisasikan melalui upaya penyusunan konsep tentang
Undang-Undang Jaminan Sosial (UU JS) oleh Kantor Menko Kesra (Kep. Menko Kesra
dan Taskin No. 25KEP/MENKO/KESRA/VIII/2000, tanggal 3 Agustus 2000, tentang
Pembentukan Tim Penyempurnaan Sistem Jaminan Sosial Nasional). Sejalan
dengan pernyataan Presiden, DPA RI melalui Pertimbangan DPA RI No. 30/DPA/2000,
tanggal 11 Oktober 2000, menyatakan perlu segera dibentuk Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial Nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera.
Dalam Laporan Pelaksanaan Putusan MPR RI oleh Lembaga Tinggi Negara pada
Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2001 (Ketetapan MPR RI No. X/ MPR-RI Tahun 2001
butir 5.E.2) dihasilkan Putusan Pembahasan MPR RI yang menugaskan Presiden RI
“Membentuk Sistem Jaminan Sosial Nasional dalam rangka memberikan perlindungan
sosial yang lebih menyeluruh dan terpadu”.
Pada tahun 2001, Wakil Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengarahkan Sekretaris Wakil Presiden RI membentuk Kelompok Kerja Sistem Jaminan Sosial Nasional (Pokja SJSN)
Pada tahun 2001, Wakil Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengarahkan Sekretaris Wakil Presiden RI membentuk Kelompok Kerja Sistem Jaminan Sosial Nasional (Pokja SJSN)
B. Visi Dan Misi Perusahaan
Visi BPJS Kesehatan :
CAKUPAN SEMESTA 2019
Paling lambat 1 Januari 2019, seluruh penduduk Indonesia memiliki jaminan
kesehatan nasional untuk memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan
perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya yang diselenggarakan
oleh BPJS Kesehatan yang handal, unggul dan terpercaya.
Misi BPJS Kesehatan :
1. Membangun kemitraan strategis dengan berbagai
lembaga dan mendorong partisipasi masyarakat dalam perluasan kepesertaan Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN).
2. Menjalankan dan memantapkan sistem jaminan
pelayanan kesehatan yang efektif, efisien dan bermutu kepada peserta melalui
kemitraan yang optimal dengan fasilitas kesehatan.
3. Mengoptimalkan pengelolaan dana program jaminan
sosial dan dana BPJS Kesehatan secara efektif, efisien, transparan dan
akuntabel untuk mendukung kesinambungan program.
4. Membangun BPJS Kesehatan yang efektif berlandaskan
prinsip-prinsip tata kelola organisasi yang baik dan meningkatkan kompetensi
pegawai untuk mencapai kinerja unggul.
5. Mengimplementasikan dan mengembangkan sistem
perencanaan dan evaluasi, kajian, manajemen mutu dan manajemen risiko atas
seluruh operasionalisasi BPJS Kesehatan.
6. Mengembangkan dan memantapkan teknologi informasi
dan komunikasi untuk mendukung operasionalisasi BPJS Kesehatan.
\
BAB
III
LAPORAN
KEGIATAN
A.Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan Kegiatan penyusun
Selama Melaksanakan Kegiatan PSG atau
PRAKERIN Di kantor BPJS Kesehatan Cabang
Palopo yaitu Di ruang Rapat Dan Ruang Frontliner/Ruang Administrasi Kepesertaan
BPJS.
Berikut adalah Kegiatan saya selama Di kantor BPJS Kesehatan
Cabng palopo.
·
Mengupdate
faskes peserta BPJS Kesehatan
·
Mengupdate
Data peserta BPJS Kesehatan
·
Merekap
data administrasi Rekrutmen Reguler
dengan menggunakan aplikasi MS Excel
·
Mengatur Barang /alat perkantoran Yang Masuk
·
Menginput
Data Barang/alat perkantoran Yang masuk
·
Melayani
Pendaftar peserta BPJS Kesehatan Mandiri Dengan Menggunakan aplikasi
Administrasi Kepesertaan BPJS Kesehatan.
·
Mencetak
Kartu Antrian BPJS Kesehatan
·
Mencetak
Kartu JKN/BPJS Pegawai BU (Badan Usaha)
·
Memanggil
dan Menerima telpon
·
Mengaktifkan Dan Menonaktifkan Kartu Peserta
BPJS Kesehatan
·
Membuat
Kartu sementara Peserta BPJS Kesehatan
·
Menghungkan
Anggota Keluarga Peserta BPJS
·
MengRegistrasi
Kartu BPJS Yang sudah Di catak
·
Mencetak
Kartu JKN BPJS
B.Hasil Kegiatan
Yah
hasil Kegitan Selama PSG/PRAKERIN yaitu sebuah Pengalaman yang tak akan Terlupakan di
dalam hidup saya,Yaitu Pengalaman baru dalam dunia Kerja usaha dan Perkantoran.
PSG
dikantor BUMN yaitu BPJS Kesehatan cabang
palopo itu adalah bukan sebuah
hal yang muda karena di kantor kita harus disiplin dan selama itu kita di
tuntut untuk selalu menuruti segala
pekerjaan yang diberikan oleh pegawai atau pembimbing dikantor tersebut.
Selama
4 bulan melaksanakan Prakerin dikantor bpjs saya selalu bekerja menggunakan
aplikasi online administrasi kepesertaan BPJS kesehatan di sini saya selalu.yah
aplikasi ini adalah sebuah website dimana data base nya sudah terhubung dengan
beberapa website kantor pemerintahan
lainya untuk memudahkan pemprosesan data pada peserta pendaftar bpjs seperti
Website Dinas Kepundudukan dan Pencatatan sipil(DUKCAPIL) dan Aplikasi Perbankan seperti BANK
BNI,MANDIRI Dan BRI
PSG Di bagian Staf kepesertaan itu bukan hal yang muda
karena disini kita harus penuh kesabaran untuk melayani para peserta bpjs
kesehatan,terkadang saya kena marah oleh para peserta dan bahkan dari pegawai
karena melakukan kesalahan tapi dengan
teguran itu saya merasa bahwa hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan
dan dari saya akan berjuang akan memberikan yang terbaik kepada seluruh peserta
BPJS kesehatan yang saya layani.
BAB
IV
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Setelah
melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda di
Dikantor BPJS Kesehatan Cabang Palopo dan membuat laporan ini, maka
dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
Ø
Praktek kerja lapangan ini dapat memperluas
dan menambah wawasan bagi siswa dalam pendidikan di dunia kerja.
Ø Praktek Kerja
Lapangan ini dilaksanakan untuk menambah suatu gambaran dalam menjalani dunia kerja.
Ø
Praktek Kerja Lapangan ini
dilaksanakan untuk menambah ketermpilan siswa dalam setiap praktek dan
menerapkan teori-teori yang didapat langsung pada objeknya.
Ø
Dengan adanya Praktek Kerja Lapangan
ini, siswa atau siswi tidak lagi memerlukan waktu latihan lanjutan bila ingin
memasuki dunia kerja.
B.SARAN
Pada
kesempatan ini, ijinkanlah saya untuk memberikan beberapa saran kepada pihak industri dan pihak sekolah yang
sekiranya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan guna kemajuan dimasa mendatang.
Ø Saran-Saran Untuk Pihak Industri/Kantor
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini akan lebih terarah
apabila disusun
Suatu jadwal yang harus dikerjakan siswa/siswi selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.
Suatu jadwal yang harus dikerjakan siswa/siswi selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.
Agar industri dapat menyediakan seorang instruktur khusus yang
pada hari-hari tertentu dapat memberikan pelajaran teori yang berhubungan
dengan pekerjaan yang dilaksanakan siswa/siswi sehingga siswa/siswi dapat
mengerti dan memahami pekerjaan yang dilaksanakan.
Ø
Saran-Saran Untuk Pihak Sekolah
Pihak sekolah agar dapat memantau kegiatan siswa yangsedang melaksanakan PSG secara intensif
sehingga segala kesulitan yang timbul dapat dipecahkan bersama.
BAB
V
LAMPIRAN
A.Daftar Kegiatan PSG
No
|
Tanggal/Waktu
|
Tempat
|
Kegiatan
|
1.
|
Minggu ke I
05/05/2014-09/05/2014
|
Ruang Rapat kantor BPJS Cabang Palopo
|
Ø Menginput
Data Kepesertaan BPJS Cabang Palopo
Ø Mengupdate
Data kepesertaan BPJS Cabang Palopo
|
2.
|
Minggu Ke II
12/05/2014-16/05/2014
|
Ruang Rapat kantor
BPJS Cabang Palopo
|
Ø Merekap
data administrasi rekrytmen regular dengan menggunakan aplikasi MS Excel
Ø Mengupdate
Data kepesertaan BPJS Cabang Palopo
|
3.
|
Minggu Ke III
19/05/2014-23/05/2014
|
Ruang Rapat kantor BPJS Cabang Palopo
|
Ø Menginput
Data Kepesertaan BPJS Cabang Palopo
Ø Mengupdate
Data kepesertaan BPJS Cabang Palopo
|
4.
|
Minggu Ke IV
26/05/2014-30/05/2014
|
Ruang Rapat kantor
BPJS Cabang Palopo
|
Ø Menginput
Data Kepesertaan BPJS Cabang Palopo
Ø Mengupdate
Data kepesertaan BPJS Cabang Palopo
|
5.
|
Minggu Ke I
02/06/2014-06/06/2014
|
Ruang umum
|
Ø Mengatur
Barang Barang yang masuk
Ø Mengantarkan
barang ke ruang pegawai
|
6.
|
Minggu Ke II
09/06/2014-13/06/2014
|
Ruang Frontliner atau
ruang kepesertaan BPJS kesehatan
|
Ø Mencetak kartu peserta bpjs
Ø Melayani pendaftar BPJS Mandiri DenganAplikasi Kepesertaan
BPJS
Ø Memvalidasi Data
|
7.
|
Minggu Ke III
16/06/2014-20/06/2014
|
Ruang Frontliner atau Ruang kepesertaan
BPJS kesehatan
|
Ø Mencetak kartu peserta bpjs
Ø Melayani pendaftar BPJS Mandiri
Ø Memvalidasi Data
|
8.
|
Minggu Ke IV
23/06/2014-27/06/2014
|
Ruang Frontliner atau
Ruang kepesertaan BPJS kesehatan
|
Ø Melayani pendaftar BPJS Mandiri DenganAplikasi Kepesertaan
BPJS
Ø Mengupdate Faskes Tingkat Pertma pada kartu peserta BPJS
Ø Mencetak kartu BPJS kesehatan
|
9.
|
Minggu Ke V
30/06/2014-04/07/2014
|
Ruang Frontliner atau Ruang kepesertaan
BPJS kesehatan
|
Ø Melayani pendaftar BPJS Mandiri DenganAplikasi Kepesertaan
BPJS
Ø Mengupdate Faskes Tingkat Pertma pada kartu peserta BPJS
Ø Mencetak kartu BPJS kesehatan
Ø Memanggil Dan Menerima Telpon
|
10.
|
Minggu Ke I
07/07/2014-11/07/2014
|
Ruang Frontliner atau
Ruang kepesertaan BPJS kesehatan
|
Ø Melayani pendaftar BPJS DenganAplikasi Administrasi
Kepesertaan BPJS
Ø Mengupdate Faskes Tingkat Pertma pada kartu peserta BPJS
Ø Mencetak kartu BPJS kesehatan
Ø Memanggil Dan Menerima Telpon
|
11.
|
Minggu Ke II
14/07/2014-18/07/2014
|
Ruang Frontliner atau Ruang kepesertaan
BPJS kesehatan
|
Ø Melayani pendaftar BPJS DenganAplikasi Administrasi
Kepesertaan BPJS
Ø Mengupdate Faskes Tingkat Pertma pada kartu peserta BPJS
Ø Mencetak kartu BPJS kesehatan
|
12
|
Minggu Ke III
21/07/2014-25/07/2014
|
Ruang Frontliner atau
Ruang kepesertaan BPJS kesehatan
|
Ø Mengentri Data Peserta Baru BPJS Kesehatan
Ø Mengaktifkan Dan Menonaktifkan Kartu Peserta Askes/ BPJS
Ø Mengupdate Data
faskes Gigi pada peserta BPJS kesehatan
|
13
|
Minggu Ke IV
28/07/2014-01/08/2014
|
Libur idul fitri
--------------------------------
|
|
14
|
Minggu Ke I
04/08/2014-08/08/2014
|
Ruang Frontliner atau
Ruang kepesertaan BPJS kesehatan
|
Ø Mencetak Kartu BPJS BU(Badan Usaha)
Ø Melayani Peserta Pendaftar BPJS Kesehatan
Ø Mengupdate/merubah Faskes pesrta BPJS Kesehatan
|
15
|
Minggu Ke II
11/08/2014-15/08/2014
|
Ruang Frontliner atau Ruang kepesertaan
BPJS kesehatan
|
Ø Mencetak Kartu BPJS BU(Badan Usaha)
Ø Melayani Peserta Pendaftar BPJS Kesehatan
Ø Mengupdate/merubah Faskes pesrta BPJS Kesehatan
|
16
|
Minggu Ke III
18/08/2014-22/08/2014
|
Ruang Frontliner atau
Ruang kepesertaan BPJS kesehatan
|
Ø
Melayani
Peserta Pendaftar BPJS Kesehatan
Ø Mengupdate/merubah Faskes pesrta BPJS Kesehatan
Ø Mengganti kartu Peserta BPJS Yang Rusak
|
17
|
Minggu Ke IV
25/08/2014-29/08/2014
|
Ruang Frontliner atau Ruang kepesertaan
BPJS kesehatan
|
Ø
Melayani
Peserta Pendaftar BPJS Kesehatan
Ø Mengupdate/merubah Faskes pesrta BPJS Kesehatan
Ø Mencetak kartu BPJS Jamkesmas Yang Baru
|
18
|
Minggu Ke V
01/09/2014-05/09/2014
|
Ruang Frontliner atau
Ruang kepesertaan BPJS kesehatan
|
Ø Mencetak Kartu BPJS BU(Badan Usaha)
Ø Melayani Peserta Pendaftar BPJS Kesehatan
Ø Mengupdate/merubah Faskes pesrta BPJS Kesehatan
|
C.Lampiran Gambar
1.Aplikasi Administrasi Kepesertaan BPJS Kesehatan Yang saya
gunakan Untuk Bekerja Di kantor BPJS
2.foto- foto saya Dikantor BPJS Kesehatan Cabang Palopo
Lagi Di Ruang Frontliner Atau
Ruang Kepsertaan BPJS Kesehatan KC Palopo
![]() |
| Diruang Rapat BPJS Kesehatan cabang Palopo |
![]() |
| Di Ruang frontliner BPJS KC Polopo |
![]() |
| Melayani Peserta BPJS Kesehatan Yang Datang |
RSS Feed
Twitter
14:21
Rinus Menok Sara'







.jpg)



Posted in
0 comments:
Post a Comment